Cari Blog Ini

Rabu, 22 Juni 2011

Saudah binti Zam’ah R.A (Bag. 2)

Di Lamar Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam

Dalam catatan sejarah, tak seorangpun sahabat yang berani mengajukan kepada Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam tentang pernikahan beliau setelah wafatnya Ummul Mu’minin Khadijah.

Dan disaat kesusahan beliau hampir berkepanjangan, Khaulah binti Hakim memberanikan diri mengusulkan kepada Rosulullah dengan cara yang lembut dan ramah :
Khaulah : Tidakkah Anda ingin menikah wahai Rosulullah?
Rosulullah : (Beliau menjawab dengan suara yang menandakan kesedihan) Dengan siapa saya akan menikah setelah dengan Khadijah?
Khaulah : Jika anda ingin bisa dengan seorang gadis dan bisa pula dengan seorang janda.
Rosulullah : Jika dengan seorang gadis, siapakah gadis tersebut?
Khaulah : Putri dan orang yang paling anda cintai yaitu Aisyah binti Abu Bakar.
Rosulullah : (Beliau diam beberapa saat, lalu bertanya) Jika dengan seorang janda?
Khaulah : Dia adalah Saudah binti Zam’ah, seorang wanita yang telah beriman kepada anda dan mengikuti apa yang anda bawa.

Beliau menginginkan Aisyah, namun terlebih dahulu beliau menikahi Saudah binti Zam’ah. Orang-orang Mekah merasa heran terhadap pernikahan Nabi dengan Saudah binti Zam’ah. Mereka bertanya-tanya seolah-olah tak percaya dengan kejadian tersebut, seorang janda yang telah lanjut usia dan tidak begitu rupawan menggantikan posisi Sayyidah Quraisy. Hal itu tentu saja menarik perhatian bagi para pembesar diantara mereka.

Kenyataan membuktikan bahwa sesungguhnya Saudah atau yang lain tak dapat menggantikan posisi Khadijah, namun Saudah mampu menunaikan kewajiban dalam rumah tangga Nubuwwah, dan melayani putri-putri Nabi.