Mengingat Mati Dalam Sholat
Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam pernah mengisyaratkan tentang masalah ini,
“Ingatlah kematian dalam sholatmu. Karena sesungguhnya seseorang jika mengingat kematian didalam sholatnya, niscaya dia akan bermaksud untuk memperbaiki sholatnya. Dan lakukanlah sholat sebagaimana sholat seseorang yang tidak pernah mengira bahwa dia akan dapat melakukan sholat selain sholat yang dilakukannya itu”. (Dinukil di As-Silsilah Ash-Shahihah, Al-Albani, no. 1421, Al-Hafidz Ibn Hijr menyatakan hadits ini sebagai hadits hasan).
Rosulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasallam pernah memberikan nasehat terhadap Abu Ayyub Rohimahullah,
“Jika engkau telah berdiri didalam sholatmu, maka lakukanlah sholat sebagaimana sholat seseorang yang akan meninggalkan”. (Riwayat Ahmad)
Maksud hadits diatas adalah melakukan sholat sebagaimana orang yang sholat sedangkan dia mengira bahwa dia tidak pernah akan dapat melakukannya kembali selain sholat yang sedang dilakukannya itu. Jika seseorang yang sholat itu berperasaan bahwa dia akan mati, sedangkan kematian itu pasti datang, dia juga berperasaan bahwa sholatnya itu sholat yang paling akhir dilakukan, maka dia akan melakukannya dengan khusyu’, sebab dia tidak mengetahui mungkin sholat itulah memang benar-benar sholat yang paling akhir dia lakukan.
Tiga hal diatas merupakan hal awal yang merupakan sebab bagi terwujudnya kekhusyu’an sholat. Tentu, tidak terbatas sekedar hal-hal diatas saja, masih ada dan banyak lagi sebab-sebab bagi terwujudnya kekhusyu’an sholat, baik termasuk kategori pertama maupun yang kedua.
(abu ukasyah)
Wallahu'alam Bishshowab