Cari Blog Ini

Sabtu, 18 Juni 2011

Mewujudkan Khusyu’ Dalam Sholat (Bag. 1)

Khusyu’ tentu merupakan sesuatu yang dicari-cari oleh orang yang mendirikan sholat yang ingin mendapatkan keridhoan-Nya.

Khusyu’ adalah ketentraman, ketenangan, perasaan takut, kesejahteraan dan juga tawadhu’. Lebih singkatnya, khusyu’ adalah merasa takut terhadap Allah Subhanahu Wa Ta‘ala dan selalu memperhatikan segala apa yang diperintahkan-Nya. Ada juga yang mengatakan khusyu’ adalah berdirinya hati dihadapan Robb dengan penuh ketundukan dan perasaan hina dina.

Tempat khusyu’ adalah didalam hati. Namun, khusyu’ juga memberikan dampak terhadap jasmani. Sebab, anggota tubuh akan mengikuti hati. Jika hati khusyu’ anggota badanpun akan tenang dan tentram. Jika khusyu’ rusak, rusak pulalah ibadah yang dilakukan oleh anggota badan seseorang.

Mayoritas Ulama berpendapat bahwa khusyu’ adalah sesuatu yang diwajibkan. Allah berfirman, yang artinya :
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’”. (QS. Al-Baqoroh: 45)

Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa ayat diatas menunjukan ancaman terhadap orang-orang yang tidak khusyu’. Dan ancaman itu tidak akan terjadi, kecuali terhadap orang-orang yang meninggalkan sebuah kewajiban atau mengerjakan sesuatu yang haram. Dengan demikian, jika orang-orang yang tidak khusyu’ itu diancam, artinya khusyu’ adalah wajib hukumnya.

Oleh karena itu, mengusahakan sebab-sebab khusyu’ merupakan sebuah keharusan. Secara garis besar, sebab-sebab yang menjadikan seseorang khusyu’ terbagi dalam dua hal yaitu,
Pertama, mendatangkan segala sesuatu yang dapat mewujudkan kekhusyu’an didalam sholat, kemudian memperkuatnya.
Kedua, membendung segala sesuatu yang dapat menghapus dan menghilangkan kekhusyu’an tersebut.

Berikut ini sebab-sebab khusyu’ kategori pertama yang terpenting :