Pendekkan Angan-Anganmu!
Sikap panjang angan-angan akan membuat seseorang malas beramal, mengira hidup dan umur mereka panjang sehingga menunda-nunda dalam beramal sholih.
Dari Ibnu Mas’ud Rodhiyallaahu ‘Anhu beliau berkata, “Nabi Shollallaahu ‘Alaihi Wasallam membuat segi empat, kemudian membuat garis panjang hingga keluar dari persegi tersebut, dan membuat garis-garis kecil dari samping menuju ketengah. Kemudian beliau berkata, ‘Inilah manusia, dan garis yang mengelilingi ini adalah ajalnya, dan garis yang keluar ini adalah angan-angannya. Garis-garis kecil ini adalah musibah dalam hidupnya, jika ia lolos dari ini, ia akan ditimpa dengan ini, jika ia lolos dari ini, ia akan ditimpa dengan ini”. (HR. Bukhari, lihat Fathul Bari I/236-235)
Dari Anas beliau berkata, “Rosulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ‘Setiap anak Adam akan menjadi tua dan hanya tersisa darinya dua hal : ambisi dan angan-angannya”.[6]
Oleh karena itu, diantara bentuk dzikrul maut adalah memperpendek angan-angan, dan tidak menunda-nunda dalam beramal sholih.
Dari Ibnu Umar Rodliyallaahu ‘Anhuma ia berkata : “Rosulullah Shollallaahu ’Alaihi Wasallam pernah memegang pundak kedua pundakku seraya bersabda : ‘Jadilah engkau didunia seakan-akan orang asing atau pengembara’. Ibnu Umar berkata : “Jika kamu berada disore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada dipagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu”. (HR. Al-Bukhari, lihat Al Fath I/233)
Faktor-Faktor Yang Dapat Mengingatkan Kematian
{1} Dziarah kubur, Nabi Shollallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Berdziarah kuburlah kalian sesungguhnya itu akan mengingatkan kalian pada akhirat”. (HR. Ahmad dan Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani)[7]
{2} Mengunjungi mayit ketika dimandikan dan melihat proses pemandiannya.
{3} Menyaksikan proses sakaratul maut dan membantu mentalqin.
{4} Mengantar jenazah, menyolatkan, dan ikut menguburkannya.
{5} Membaca Al-Qur’an, terutama ayat-ayat yang mengingatkan kepada kematian dan sakaratul maut. Seperti firman Allah Ta’ala yang artinya, “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya”. (QS. Qoof: 19)
{6} Merenungkan uban dan penyakit yang diderita, karena keduanya merupakan utusan malaikat maut kepada seorang hamba.
{7} Merenungkan ayat-ayat kauniyah yang telah disebutkan Allah Ta’ala sebagai pengingat bagi hamba-hambaNya kepada kematian. Seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, badai, dan sebagainya.
{8} Menelaah kisah-kisah orang maupun kaum terdahulu ketika menghadapi kematian, dan kaum yang didatangkan bala’ atas mereka.
Sumber Artikel : http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/ingat-mati.html
Atau :
http://islam-download.net/artikel-islami/ingatlah-mati.html
Wallahu'alam Bishshowab